Thursday, March 8, 2012

JUAL BELI Organ Manusia

JUAL BELI ORGAN TUBUH DALAM PRESPEKTIF ISLAM

 

Dalam terminologi arab jual beli merupakan berasal dari kaidah “ tamlikul maalin bi maalin “ yang artinya menukar harta dengan harta dalam syariat Islam kaidah tersebut berarti menukar harta dengan harta atas dasar suka sama suka “ tamlikul maalin bimaalin ma’at tarodji “.
Dalam al-Qur’an di nyatakan bahwa allah SWT. telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Ayat tersebut mengindikasiakn bahwa dalam jual beli ada batasan-batasan yang tidak boleh dilampaui oleh manusia, yang salah satunya adalah jual beli yang mengandung unsur riba serta jual beli yang dalam pandangan syariat masuk dalam golongan jual beli barang yang masih samar atau hashot.
Berangkat dari pra wacana di atas, ada suatu hal yang harus kita perhatikan dalam jual beli yaitu adanya sikap saling merelakan atau ridlo. Imam Syafi’I berpendapat bahwa dalam jual beli aspek yang paling penting yang harus ada adalah sikap salaing meridlohi. Dengan adanya sikap saling meridlohi tersebut dapat di ketahui apakah jual beli tersebut sah ataukah tidak.
Pada zaman sekarang ini banyak kita temukan bahwa masyarakat sekarang cenderung untuk meninggalkan nilai-nilai agama dalam aktivitas sehari-harinya. Fenomena tersebut semakin hari semakin menjadi jadi. Dalam benak masing-masing orang yang ada adalah bagaima kita menghasilkan uang atau materi yang banyak dengan jalan yang sangat mudah atau tanpa memperdulikan rambu-rambu yang telah di tetapkan oleh agama Islam. Salah satu bentuk kongkrit dari fenomena ini adalah demi mendapatkan uang orang bisa menjual darah atau ginjalnya.
Oleh sebab itu, dalam pembahasan yang sangat singkat ini akan di kupas pandangan Islam tentang hukum menjual organ tubuh seperti darah dan ginjal.
B. Pandangan Islam terhadap jual beli organ tubuh manusia.
Islam sebagai agama yang paling terakhir mengariskan seluruh aturan kehidupan yang tertuang dalam al-Qur’an dan Al-Hadist. Akan tetapi aturan-aturan yang digariskan dalam al-Qur’an dan Al-Hadist dalam bentuk yang sangat parsial dan sangat gelobal. Tidak terlepas pada urusan jual beli Islam juga mengaturnya akan tetapi aturan-aturan yang terdapat dalam Al-Qur’an tersebut lagi-lagi sangatlah gelobal untuk menjawab permasalahan umat yang dari hari kehari semakin kompleks.
Salah satu bentuk permasalahan jual beli yang tidak di syariatkan oleh Islam adalah jual beli tentang organ tubuh manusia. Al-Quran hanya menjelaskan bahwa Allah SWT. telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Dalam kaidah bahasa arab ketika lafadz itu berbentuk mufrot dan di masuiki “Al” maka kata tersebut merupakan kata yang “am “. Oleh sebab itu lafadz Al-Bai’ tersebut merupakan lafadz yang masih umum artinya tidak semua jual beli dihalalkan oleh Allah SWT. namun ada yang di haramkan seperti jual beli yang mengandung unsur riba , jual beli barang yang tidak halal , jual beli barang yang najis dan lain-lain.
Berangkat dari hal ini ada sebuah pertanyaan apakah organ tubuh manusia seperti ginjal dan darah termasuk dalam bagian barang yang halal ataukah haram untuk di perjual belikan.dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Jabir Bin Abdillah menyatakan bahwa Rosulullah SAW. melarang menjual kelebihan air dan menjualm Mani ( seperma ) unta. Dari hadist tersebut dapat kita pahami bahwa seperma merupakan bagian dari organ tubuh hewan yang haram untuk di perjual belikan . hal ini di sebabkan seperma merupakan bukanlah barang yang halal untuk di perjual belikan.
Walaupun yang di bahas dalam hadist tersebut merupakan larangan menjual seperma binatang, namun ada sebuah kesamaan yang dapat kita jadikan sebagai acuan untuk menetapkan hukum dari menjual organ tubuh manusia. Yaitu barang yang di jual tersebut sama-sama haram untuk di perjual belikan. Dengan menggunakan metode Qiyas yang di dasarkan atas kesamaan Ilat yang di miliki antara kedua masalah tersebut. Maka dapat kita simpulkan bahwa organ tubuh baik manusia maupun hewan adalah benda yang haram untuk di perjual belikan.
Akan tetapi yang menjadi permasalahan sekarang adalah ketika seseorang tersebut memberikan salah satu organ tubuh yang di milikinya atas dasar kerelaan atau bukan atas dasar materi / menjual seperti donor darah yang mendapatkan imbalan jasa, apakah hal tersebut termasuk dalam menjual organ tubuh yang hukumnya adalah haram.
Persoalan tersebut sama halnya dengan ketika kita pinjam uang pada orang lain dan sewaktu kita mengembalikan uang tersebut kita beri kelebihan atau imbalan sebagai rasa terima kasih kita. Dalam pandangan syariat hal terserbut di perbolehkan dsan bahkan di anjurakan. Sebagaimana yang terdapat dalam hadist Rosulallah SAW. yang di riwayatkan oleh Abu Huroirah yang mengatakan bahwa Rosulullah bersabda “ penukaran emas dengan emas dan penukaran perak dengan perak haruslah setimbang , janganlah di krangi dan janganlah di tambah.” Hadist tersebut mengindikasikan bahwa yang termasuk dalam kategori riba adalah ketika tambahan tersebut di muat dalam akad tersebut. Dengan demikian apabila tambahan tersebut tidak di syratkan dalam akadnya maka hal tersebut tidak termasuk dalam riba, akan tetapi dalam kategori ucapan terima kasih saja.
Dengan demikian pada persoalan di atas di mana seseorang yang memberikan darahnya kepada orang lain atas dasar suka rela dan tidak mengharapkan imbalan apapun maka hal tersebut di pelbolehkan atau halal hukumnya. Walaupun setelah itu ia mendapatkan balas jasa dari orang lain, akan tetapi balas jasa tersebut sebagai ucapan terima kasih.
Dalam sayriat Isalam yang di larang adalah jika sewaktu memberikan darah tersebut atas dasar menjual belikan maka hal tersebut termasuk dalam menjual barang-barang yang haram, sehingga hukumnya pun menjadi haram dalam sebuah hadist di jelaskan barang siapa yang memakan harta yang di dapat dari cara yang haram maka baginya adalah siksa neraka.
C. Kesimpulan
Dari ulasan singkat tersebut dapat kita simpulkan bahwa jual beli organ tubuh manusia seperti darah dan ginjal adalah perbuatan yang di larang oleh agama. Dengan kata lain jual beli organ tubuh manusia adalah haram. Hal ini di dasarkan pada hadist Rosulullah yang mnyatakan bahwa Rosulullah melarang menjual seperma binatang.
Akan tetapi memberikan organ tubuh pada orang lain itu menjadi boleh dan halal bila di dasarkan atas niat yang ikhlas tidak mengharapkan imbalan apapun juga. Maka hal tersebut di perbolehkan oleh syariat Islam. Sebagaimana yang terjadi pada saat kiat mengembalikan uang hutang yang lebih namun hal tersebu atas dasar ucapan terima kasih.
Refrensi
K.H Kohar Ma’ruf , Terj. Bulugul Marom , ( Jakarta : PT. Rineka Cipta , 1992 ) hal 406
Ahmad Musthofa Al-Maroghi , Terj. Tafsir Maroghi , ( Semarang : CV. Toha Putra ,.. ) hal 25
Al-Imam Abi Fidai Al- Hafidzi Ibn Katsir Al- Damsiqi, Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim , ( Beirut : Maktabah Nur Al-Ilmiyah , 1991 ) hal 454

BERBAGI ORGAN, BERBAGI KASIH
kick andy 
Seperti dikatakan nukilan seorang penyair terkenal, Anda dianggap memberi sedikit ketika memberikan harta benda Anda pada orang lain. Tetapi bila Anda memberikan diri Anda sendiri, maka itulah pemberian yang sesungguhnya. Dalam episode ini, Kick Andy mengangkat kisah orang-orang yang memberikan organ atau bagian dari tubuhnya untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Ada juga kisah orang yang menyerahkan seluruh jasadnya untuk pengembangan ilmu pengetahuan.Tuhan memberi kita sepasang kaki dan tangan untuk berjalan dan memegang, juga sepasang mata dan telinga untuk melihat dan mendengar. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Tetapi sekeping hati itulah yang tulus diberikan seorang karyawan pada pimpinannya. Kisah Putut Handoko, seorang pemuda usia 27 tahun, yang dengan niat bulat mendonorkan hatinya guna menyelamatkan Hendra Adidarma, seorang presiden direktur sebuah perusahaan cat di kawasan Tangerang. Walaupun dari 10 karyawan yang bersedia menjadi pendonor, tetapi setelah melalui serangkaian test, ternyata hanya 1 orang saja yang cocok, dan dialah Putut Handoko. Dalam operasi liver transplantation di sebuah rumah sakit di Hongkong, Putut merelakan separuh hatinya untuk ditanamkan pada hati Pak Adi, yang saat dioperasi berusia 72 tahun. Baik Pak Adi maupun Putut, karena keduanya bukan satu keluarga, proses sebelum dilakukan operasi memiliki banyak hambatan yang menguji kejiwaan mereka. Bagi Putut, pengorbanannya ini selalu mendapatkan pandangan sinis dari berbagai kalangan karena justru ketulusannya menimbulkan prasangka dan nada cemooh yang menyakitkan perasaannya. Tetapi hal itu tak menyurutkan niatnya menolong pimpinan perusahaan tempat ia bekerja tersebut. Sedangkan bagi Pak Adi, ditolaknya pelaksanaan operasi di Singapura karena lewatnya batasan usianya yang diperbolehkan (65 tahun usia maksimal boleh dilakukan transplantasi) dan adanya donor hidup yang dibawa dari negara sendiri (apalagi bukan dari keluarga) sehingga membuat komisi etika disana tidak percaya. Hal itu hampir saja membuatnya ragu untuk melanjutkan perjuangan mencari kesembuhan.


Jual Organ Tubuh Dihukum Mati

Sebelumnya, pelaku hanya diganjar pasal operasi bisnis ilegal. Kini pasal kriminal.


Umi Kalsum, Denny Armandhanu
ilustrasi jantung (inmagine.com)

VIVAnews - Pemerintah China tengah mengamandemen Undang-undang Kriminal. Jika revisi ini diterima, maka para pedagang organ tubuh manusia dinegeri itu bakal meriang, sebab mereka bisa diancam dengan hukuman mati.

Seperti dilansir dari kantor berita China, Xinhua, Kamis, 24 Februari 2011, amandemen diajukan ke Kongres Rakyat Nasional China pada Rabu, 23 Februari 2011, untuk menambahkan penjualan organ tubuh manusia pada pasal 232 UU Kriminal China.
Dengan memasukannya ke dalam pasal itu maka pemindahan organ tubuh manusia secara paksa, penyumbangan organ tubuh secara paksa dan pemindahan organ tubuh dari para remaja, akan mendapatkan hukuman yang sama dengan pembunuhan.
Dan menurut pasal ini, pelakunya diganjar hukuman minimal sepuluh tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Sebelumnya, para pelaku perdagangan organ tubuh manusia hanya diganjar dengan pasal operasi bisnis ilegal, karena tidak adanya undang-undang yang spesifik mengenai masalah ini di UU Kriminal China.

Pengamat di Akademi Ilmu Sosial China fakultas Hukum, Liu Renwen, seperti dilansir dari koran China Daily, mengatakan bahwa amandemen pada UU Kriminal China menyangkut kejahatan ini perlu dilakukan, seiring maraknya bisnis ini di luar dan di dalam negeri. Dengan meluluskan amandemen ini, juga menunjukkan keseriusan China dalam menghentikan perdagangan ilegal.

Permintaan organ tubuh untuk keperluan transplantasi jauh melebihi pasokan yang terdapat di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa ini. Hal ini membuka pintu peluang bagi para pedagang organ tubuh ilegal. Sekitar 10.000 transplantasi organ tubuh dilakukan setiap tahunnya.

Diperkirakan saat ini terdapat 1,5 juta orang di China yang tengah menunggu organ tubuh untuk keperluan transplantasi mereka. Menurut catatan pemerintah, hanya satu persen yang menerima organ tubuh. Sementara itu, empat dari lima pasien meninggal ketika menunggu organ yang tepat untuk mengatasi penyakit mereka.
• VIVAnews

Kisah pendonor hati lain adalah kisah Widya Ari Dewi yang memberikan 60% hatinya untuk menyelamatkan ibundanya, Ibu Henny Sutanto. Seperti diketahui sebelumnya Ibu Henny (istri dari Jend. Pol (Purn) Susanto, mantan Kapolri) adalah penderita diabetes yang kemudian berlanjut mengalami sirosis (pengerasan hati). Liver transplantation juga satu-satunya jalan yang disarankan dokter yang harus ditempuh untuk meraih kesembuhan. Meski menurut dokter donor terbaik adalah dari pihak keluarga, tetapi tidak semua anggota keluarga bisa cocok. Setelah menjalani beberapa test, dari keempat putra-putri Ibu Henny, hanya putri bungsunya Widya Ari Dewi (27 tahun) yang cocok untuk menjadi pendonor. Di bulan Juni 2010, operasi besar yang memakan waktu14 jam di sebuah rumah sakit di Singapura telah dilalui oleh ibu anak ini. 100% liver Ibu Henny yang telah mengeras diangkat dan hati Widya yang sehat dicangkokkan ketubuh ibunya. Pengorbanan seorang anak untuk kehidupan sang ibu kini telah membawa hasil.
Banyak orang enggan mendonorkan organ tubuhnya karena konsekuensi kelangsungan hidup pendonor saat melakukan operasi atau resiko kesehatan paska ia kehilangan sebagian organnya itu. Pandangan ini berlawanan dengan pandangan pasangan suami istri asal Kota Malang - Soesanto dan Hanna Rosilawati. Sejak tahun 1986, keduanya telah membuat surat wasiat dengan pengesahan notaris yang menyatakan bahwa kelak bila keduanya meninggal maka mereka akan menyumbangkan korneanya pada bank mata di kota itu, dan menyerahkan seluruh jasadnya pada Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya- Malang, untuk digunakan sebagai cadaver (tubuh manusia yang digunakan untuk praktika kedokteran). Niat tulus Pak Soesanto yang merupakan bungsu dari 6 bersaudara ini, ternyata menginspirasi kakak tertuanya, Budi Setiawan, yang juga ikut membuat wasiat yang sama. Sayang, di tahun 2003 si kakak sulung, Budi Setiawan telah berpulang. Pak Soesanto pun melaksanakan wasiat yang telah diamanatkan sang kakak. Kornea mata Pak Budi ternyata telah membantu seorang gadis kecil yang membutuhkan dan jasadnya telah diserahterimakan pada FK. Univ. Brawijaya.
Pendonor organ di Indonesia jumlahnya masih sangat sedikit. Adanya benturan pada budaya, etika, dan keyakinan agama mengenai pro kontra menyumbangkan bagian tubuh makin menjadikan minimnya jumlah organ yang tersedia. Kick Andy juga mengundang seorang ahli jaringan yang menjadi penggagas bank jaringan di Indonesia - Dra. Nazly Hilmy PhD - yang juga telah mewasiatkan dirinya sebagai donor ketika kelak meninggal dunia. Hadir juga Sonia Wibisono, entertainer yang memutuskan menyimpan stem sell dari darah tali pusat bayinya di sebuah bank stem sell swasta meski berbiaya besar. Bagaimana stem sell ini mampu menjadi donor kehidupan bagi organ yang membutuhkan?-sumber-

Bisnis Para Mahasiswi Universitas Bergengsi: Menjual Sel Telur

Bisnis Para Mahasiswi Universitas Bergengsi: Menjual Sel Telur
Semakin terkenal dan ternama kampus tempat mereka kuliah, semakin mahal pula harga sel telur yang dapat mereka tawarkan atau jual kepada para peminat. Dengan kriteria dan fisik yang memang nyaris sempurna, terutama kulit, mata, kesehatan organ dalam tubuh, hingga kemampuan intelektual dan jenis hobi yang mereka miliki, para gadis-gadis cantik tersebut akan terlebih dahulu disaring dengan ketat, sebelum sel telur mereka dibeli.
Bisnis yang satu ini, memang menghasilkan jutaan dollar bagi mereka para pelakunya walau kenyataan bayaran yang diterima para penjual sangat jauh berbeda dari yang diterima para agen atau para makelar. Bahkan nyaris disini keahlian serta peranan para agen sel telur sangat besar.  Seperti yang dituliskan dari Epoch Times, Wang Chao (nama samaran), yang telah bekerja untuk donasi sel telur dan lembaga surrogacy selama delapan tahun, mengatakan bahwa di tempat kerjanya, pelanggan biasa membayar agen antara 50.000 hingga 100.000 yuan (7,878.98 sampai 15,748.23 dollar AS), sementara pendonor sel telur hanya mendapat sekitar 5.000 yuan atau sekitar 787,34 dollar AS sebagai kompensasi, sungguh ironis.
Para pencari sel telur, hampir kebanyakan melakukan bisnis mereka melalu internet. Bahkan dalam postingan di Renren, Facebook versi China, mereka menuliskan dengan tegas dan lugas dalam mencari para pendonor sel telur. Postur tubuh tinggi, kelopak mata dan persyaratan lainnya yang cukup kompleks dan rumit.  Dengan bayaran 30.000 yuan atau sekitar 4,727.39 dollar AS.  Namun jangan berharap jika anda bukan mahasiswi Universitas Peking atau Universitas Tsinghua, maka anda tidak akan dipedulikan, meskipun cantik dan pintar.
Memang banyak mereka menyebutkan bahwa di Cina, hampir kurang lebih 10 persen wanitanya ada masalah dengan kesuburan mereka, sehingga kebanyakan mereka mengambil jalan pintas dengan membeli sel telur milik orang lain. Selain itu juga, mereka atau pasangan pasutri tersebut, dapat memilih sendiri garis keturunan terbaru mereka dengan menyeleksi para pendonor tentu melalui makelar.
Bisnis jual-beli sel telur dalam beberapa tahun terakhir menjadi fenomena tersendiri di dalam dunia maya di Cina. Anehnya, walau pemerintah negara tersebut melakukan sensor besar-besaran terhadap internet mereka, khususnya dalam masalah politik, seksual dan lainnya, namun justru bisnis illegal ini, bertambah marak.

Pendonor Organ Tubuh Ditawari Biaya Pemakaman Gratis

Putro Agus Harnowo - detikHealth


Jakarta, Biaya pemakaman di Inggris cukup tinggi sebesar 1500-5000 poundsterling atau Rp 21-70juta. Karena sulitnya mencari orang yang mau menyumbangkan organ tubuhnya, sebuah badan independen mengusulkan agar pendonor organ tubuh mendapatkan biaya pemakaman gratis dari pemerintah Inggris.

Penawaran biaya pemakaman gratis itu terdapat dalam sebuah proposal di Inggris yang bertujuan mendorong jutaan orang agar mendaftar menjadi penyumbang organ tubuhnya.

Kurangnya organ transplantasi telah menyebabkan 8.000 orang di Inggris masuk dalam daftar tunggu operasi untuk menyelamatkan nyawanya. Dibutuhkan rata-rata waktu 3 tahun untuk mendapatkan donor yang cocok, dan tiga orang dalam daftar tersebut mati setiap harinya.

Orang kulit hitam dan orang Asia sering menunggu tiga kali lebih lama untuk mendapat organ transplantasi karena kurangnya donor yang sesuai. Dengan adanya iming-iming biaya pemakaman gratis bisa menjadi insentif bagi banyak orang untuk mendonorkan organnya.

Nuffield Council on Bioethics telah mengajukan laporan untuk menyelidiki cara-cara meningkatkan pasokan organ yang membutuhkan waktu 18 bulan. Nuffield Council on Bioethics adalah badan amal independen di Inggris yang memeriksa dan melaporkan isu-isu etis terkait kemajuan baru dalam bidang biologi dan medis.

Meskipun demikian, lembaga ini juga menyoroti pentingnya mempertahankan prinsip kedermawanan sebagai nilai-nilai penting yang harus disadari bersama, mengesampingkan landasan hukum yang memberikan pembayaran kepada donor. Karena muncul kekhawatiran bahwa keluarga bisa meminta kerabat mereka yang sakit untuk mendaftarkan diri sebagai donor sehingga dapat menghemat biaya pemakaman.


Laporan ini juga menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu apakah cara tersebut benar-benar dapat membuat orang makin tergerak mendonorkan organnya.

Saat ini Register Organ Donor sedang mendata 18 juta orang (sekitar 30 persen dari jumlah penduduk Inggris) untuk mendaftar dalam program ini. National Health Service (NHS) ingin untuk meningkatkan jumlahnya menjadi 25 juta pada tahun 2013. National Health Service adalah lembaga kesehatan publik di Inggris yang menyediakan berbagai layanan kesehatan gratis untuk seluruh warga Inggris.

Keith Rigg, ahli bedah transplantasi di Nottingham University Hospital dan salah satu penulis laporan mengatakan bahwa ia tidak terlalu memusingkan pembayaran langsung tersebut agar orang mau mendonorkan organnya. Ia yakin bahwa pembayaran biaya pemakaman oleh pemerintah secara etis dapat diterima karena hanya akan menguntungkan keluarga.

Dia menyarankan agar NHS menjalankan proyek percontohan pembayaran tersebut kepada siapa pun yang mendaftar untuk menyumbangkan organnya. Tapi Roger Goss, wakil direktur Patient Concern berpendapat lain.

"Kami khawatir bahwa menawarkan biaya pemakaman dengan imbalan organ dapat menyebabkan orang-orang menyandarakan bebannya pada kerabat keluarga yang sakit untuk menyumbangkan organ karena mendapat imbalan ribuan poundsterling," kata Goss seeprti dikutip dari DailyMail, Sabtu (15/10/2011).

Laporan itu juga merekomendasikan jumlah pembayaran yang lebih besar bagi orang yang mau menyumbangkan telur atau spermanya untuk keperluan pengobatan kesuburan dan penelitian. Mereka yang membantu orang lain untuk memiliki anak harus menerima biaya penuh, termasuk pendapatan yang hilang, bukan hanya uang sebesar £ 250 (Rp 3,5 juta).

Wanita yang menyumbangkan telur untuk penelitian juga seharusnya mendapatkan imbalan paling banyak, sebagaimana menghargai pasien untuk pengujian obat-obatan.

Ketua Nuffield Council on Bioethics, Profesor Dame Marilyn Strathern berkata, "Orang-orang yang bersedia menyumbangkan organnya untuk pengobatan orang lain seharusnya tidak dibiarkan pulang tanpa uang sak
(ir/ir)

8 Negara Pelaku  Kejahatan Perdagangan Organ Tubuh Manusia - Kejahatan terbesar di dunia ini setelah kejahatan perang adalah kejahatan penjualan/perampasan organ tubuh manusia yang diambil secara paksa. Dan, berikut ini adalah 8 negara yang dikenal sebagai negara pelaku tindakan perampasan organ tubuh manusia terbesar di dunia.
1. Moldova
Perdagangan Organ TubuhDi samping persoalan kemiskinan, seks, dan perbudakan, Moldova adalah salah satu negara yang terkenal sebagai tempat perampasan organ tubuh . Jumlah penduduk dari Moldova hanya kurang lebih 3 juta sedangkan pemerintah sendiri sepertinya tidak peduli dengan tindakan perampasan organ tubuh tersebut. Disinyalir bahwa pemerintah Moldova juga terlibat dalam tindak kejahatan tersebut.
Sudah banyak orang yang menjadi korban pembunuhan akibat ginjal, hati, para-paru, jantung, dan usus kecilnya diambil oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Dilaporkan bahwa 10 persen perdagangan ginjal di seluruh dunia berasal dari Moldova.
2. Cina
Cina adalah salah satu negara yang membolehkan perampasan organs tubuh. Jika Anda sedang sekarang dan membutuhkan sebuah ginjal, maka Anda tinggal terbang ke Cina, cari rumah sakit, tinggal berbaring di sana, dan tinggal menunggu pesanan ginjal Anda datang: segar dan siap untuk pembedahan. Tidak ada informasi yang pasti mengenai harga ginjal ilegal ini.
Pada tahun 1984, Cina memperkenalkan sebuah hukum baru, “Undang-Undang Mengenai Pemanfaatan Mayat dan Organ Tubuh Mayat Tahanan yang Dieksekusi”. Sejak undang-undang ini diumumkan, banyak orang yang datang ke Cina dan memesan organ tubuh tertentu di sana. Bahkan, para dokter di sana bisa mengatakan berapa usia organ tubuh yang Anda pesan sebelum organ tersebut Anda terima.
Beberapa peristiwa terakhir, Cina mengeluarkan kebijakan agar rumah sakit membatasi transplantasi terhadap orang asing dan lebih mengutamakan orang-orang Cina sendiri. Namun, hal ini tidak mengurangi perampasan organ yang diambil dari para tahanan tanpa ada persetujuan sebelumnya.
3. Mesir
Mesir tidak memiliki hukum tertentu berkaitan dengan perampasan organ tubuh manusia. Kenyataannya, ada sekitar 500 kasus transplantasi ginjal ilegal yang dilaporkan setiap tahunnya. Fakta ini menunjukkan bahwa kasus ini sudah umum terjadi. Kemiskinan meluas di sana dan di mana ada kemiskinan di situ pula ada orang-orang yang melakukan perdagangan organ tubuh manusia.
4. Pakistan
Dengan adanya masalah kemiskinan yang meluas, Pakistan benar-benar menghadapi masalah yang serius. Banyak orang yang kesulitan mendapatkan uang sehingga mereka kesulitan untuk melunasi utang-utang mereka. Aset terbesar dan satu-satunya milik mereka adalah ginjal mereka yang dihargai hanya sekitar US3000 atau kurang lebih 25 juta.
Pada tahun 1994, Pakistan mengumumkan Undang-Undang Transplantasi Organ-Organ Tubuh. Bagaimana pun, dalam undang-udang tersebut terdapat banyak masalah yang memungkinkan orang-orang yang berada di luar garis keluarga menyumbangkan organ-organ mereka dan mereka mendapatkan kompensasi untuk itu.
5. India
Lingkaran perdagangan organ-organ tubuh manusia di India sudah berlangsung selama 12 tahun, termasuk skandal yang terjadi pada tahun 2004 yang lalu. Dilaporkan bahwa Komisi Kuasa Transplantasi yang bertugas untuk mencegah terjadinya perdagangan organ tubuh manusia telah bekerja sama dengan para broker penjual ginjal. Mereka mengklaim bahwa mereka bisa menyelamatkan nyawa dan akan lebih baik bagi mereka untuk bekerja sama dengan broker tersebut daripada melawan mereka.
Banyak broker, rumah sakit, dan dokter yang sudah tertangkap di India, dan yang terbaru adalah Amit Kumar. Namun begitu, penjualan ginjal masih marak dan terbuka.
6. Israel
Disebut sebagai kota suci sebagai tempat kelahiran Yesus, telah banyak terjadi kemiskinan, perang, dan pembantaian yang tak terhitung jumlahnya di Israel. Di negara ini juga sering terjadi perdagangan organ tubuh manusia. Sampai beberapa bulan yang lalu, Israel masih belum memiliki undang-undang untuk mencegah perdagangan organ tubuh manusia.
Adanya lingkaran perdagangan organ tubuh manusia telah memancing orang-orang yang putus asa untuk menjual organ tubuh mereka di Ukraina, di mana tidak ada hukum yang berlaku di sana.
Dalam beberapa kasus, para kriminal organ telah mencuri organ-organ tubuh para pendonornya tanpa memberikan bayaran sedikit pun kepada mereka (pendonor), atau kalaupun mereka membayar itu tidak lebih dari 2000 dolar (sekitar 19 juta) untuk satu ginjal. Sementara para broker tersebut menjual kembali ginjal tersebut seharga 10 – 20 kali lipatnya.
7. Mozambique
Mozambique, yang berada di Afrika Selatan, diyakini menjadi salah satu negara utama tempat penjualan organ tubuh manusia. Dan, organ tubuh yang paling banyak diperjualbelikan adalah ginjal manusia.
Hukum di Afrika Selatan melarang penjualan organ tubuh manusia. Namun begitu, pemerintah memberikan wewenang khusus kepada direktur medis rumah sakit dan ahli patologi. Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan penggantian organ-organ tubuh manusia dari orang-orang atau tubuh yang tidak dikenal untuk kepentingan medis. Hal inilah yang dipercaya menjadi penyebab maraknya perdagangan organ tubuh manusia di negara ini.
Afrika Selatan telah terkenal dengan pembunuhan yang terkait dengan perdagangan organ tubuh manusia. Namun, saat ini, gembong terbesar perdagangan organ tersebut telah ditangkap.

Penjualan Organ Tubuh Manusia

Bookmark and Share
Dunia semakin tua membuat fikiran manusia sedikir eror alias sadis terhadap sesama. Disamping itu juga biaya hidup yang relatif tinggi membuat segala cara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Diantaranya adalah penjualan organ tubuh manusia. Bukan saja di dunia di Indonesia juga terjadi hal tersebut tetapi masih bersifat sembunyi-sembunyi. Sangat beda yang dilakukan di Negara Rusia yang mana penjualan organ tubuh dilakukan secara terang-terangan yaitu adanya pabrik penjualan organ tubuh manusia. Untuk lebih detail silakan sahabat sekilas pabrik penjualan organ tubuh manusia di Rusia.



Begitu harga tubuh manusia yang sudah meninggal, jadi ajang untuk diperjual belikan. Bukan saja yang sudah meninggal, tetapi yang hidup juga sengaja dibunuh untuk mendapat organ tubuh untuk di jual. Uang memang membuat manusia buta akan segala tindakan yang tidak manusiawi, dan uang membuat kita lupa tentang harga diri.

Penjualan organ tubuh terobsesi karena mahalnya harga jual dari organ tersebut dan banyaknya permintaan akan organ tubuh manusia. Untuk Lebih Jelas berapa harga dan biaya organ tubuh manusia silakan sahabat cek di bawah ini :

(DAFTAR HARGA ORGAN DALAM TUBUH MANUSIA):
(KORNEA US$ 5.000 / PASANG
PANKREAS US$ 10.000 /PASANG
GINJAL seharga US$ 20.000 / PASANG
HATI US$ 130.000
PARU ARU US$ 150.000
JANTUNG US$ 150.000)
(BIAYA RS):
(Biaya ujian sekitar $ 30,000,
dengan tambahan $ 35.000 untuk tindak lanjut pengobatan.
Mereka juga mengeluarkan biaya sekitar $ 30.000 untuk obat-obatan.
Biaya Operasi $ 100.000,
jadi total $ 195.000 untuk sebuah opras pencangkokan.)

Disamping organ tubuh manusia juga terjadi penjualan hormon dan protein yang ada pada tubuh :

DAFTAR HORMON DAN PROTEIN MANUSIA):
( 1. Hemoglobin – $ 285 /gram
2. Insulin – $ 47.50 /gram
3. Trypsin – $ 36 /gram
4. Bilrubin, $ 12 /gram
5. DNA Manusia, $ 76 /gram
6. Kolagen, $ 15 / gram
7. Albumin Manusia, $ 3.00 /gram. Bahkan mungkin lebih lagi
8. Kinase Asetat, $ 8,860 /gram
9. Alkalin Fosfatase, $ 225 /gram
10. Asam Amino seperti Bradykinin berharga lebih dari $ 12 /gram.
Sekarang bagian yang mengejutkan ,
11. Follicle-stimulating hormon yang berharga $ 8 juta /gram
12. Prolactin, hormon yang menstimulasi produksi air susu ibu setelah melahirkan, berharga $ 17,5 juta /gram)

Sekarang terjawab sudah mengapa orang melakukan hal-hal yang tidak manusiawi tersebut semua itu hanya karena
Uang.

Perdagangan Organ Tubuh


Coba perhatikan lagi!

Mau tidak mau, sadar tidak sadar kondisi pasar sudah bergerak sendiri menurut tuntunan tangan tak tampak mungkin sudah masuk ke segala aspek, namun jangan sampai menyentuh sisi sosial yang sangat mendasari kehidupan yang harusnya bisa dinikmati semua kita umat manusia, lebih lagi yang mengaku sebagai manusia yang bertuhan. Disini pemerintah harus berani tegas mengambil sikap karena jika hanya diam maka sama dengan sebuah pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan.


Berbicara mengenai perihal ini, setiap kita, manusia, tentu ingin hidup dalam kehidupan secara fisik yang baik dan tentunya dengan dukungan organ tubuh yang sehat. Dan bagi masyarakat kebanyakan, sehat saja bahkan mungkin sudah cukup dan melampaui keinginan material dan prestis lainnya yang sepertinya masih didamba sebagian golongan yang lain.

Sering kita dengar kabar berita mengenai kegiatan donor dan implantasi organ tubuh dari tubuh pendonor ke tubuh resipien. Hal ini sah dan dibenarkan karena bukan dalam rangka jual beli namun untuk tujuan sosial atas nama kemanusiaan, sama halnya ketika kita mendonorkan sekantong darah kita dalam kegiatan Donor Darah yang biasa digelar Palang Merah Indonesia. Tapi kalau ditujukan untuk tujuan mencari keuntungan materi maka hal tersebut tidak dibenarkan.

Aku sendiri tergerak melakukan donor karena tahu sulitnya mencari sekantong darah waktu orangtua ku dirawat dirumah sakit dan secara intensif membutuhkan darah, belum lagi kalau susah lantaran golongan darahnya tidak cocok.


Dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU 36/2009”). Hal ini ditegaskan dalam Pasal 64 ayat (3) UU 36/2009, yang menyebutkan bahwa organ dan/atau jaringan tubuh dilarang diperjualbelikan dengan dalih apapun. Tetapi sebuah pandangan baru datang dari seorang ekonom Harvard, dalam bukunya ia mengatakan bahwa mungkin kini sudah saatnya era bebas perdagangan organ tubuh, sebuah pandangan yang menuai pro dan kontra. Pro karena menjanjikan kesejahteraan dan penyelamatan hidup bagi dua pihak. Namun kontra karena membuat banyak kaum marginal akan 'kaya mendadak' dengan mempertaruhkan hidup mereka sendiri dan perlahan menggeser nilai sosial kehidupan.

Yang paling jelas diketahui bahwa ada organ dalam tubuh kita yang belum diketahui secara pasti hubungan antara jumlah dan optimalisasi fungsinya, seperti ginjal kita, Terdiri dari dua, namun masih menjadi pertanyaan apakah kedua nya harus ada dalam tubuh untuk menopang sistem organ menjadi organisme yang bernama manusia. Jika organ yang masih rancu seperti ini saja tidak memberi rasa tenang untuk dilepaskan, maka tidak mungkin aku kira untuk organ yang penangkatannya menyebabkan kematian. Lagi pula banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk melegalkan perdagangan organ tubuh.

Ginjal atau darah jika dilegalkan untuk diperdagangkan tentu tidak akan lagi menjadi barang langka dan makin lama nilainya makin turun karena akan makin banyak orang yang rela melepas darah dan atau ginjalnya demi uang. Pada awalnya mungkin penjual organ akan mengalami surplus konsumen yang signifikan namun kelangkaan lama- lama akan lenyap dan menggeser nilai surplus ke arah si pembeli. Lebih jauh lagi untuk organ selain Darah dan Ginjal akan memicu munculnya sindikat yang membunuhi anak jalanan untuk diambil organnya lalu dijual, seperti yang banyak difilmkan. Memicu kriminilitas.

Mungkin jalan tengah yang bisa diambil untuk menjembatani keadaan ini adalah dengan tetap menempatkan sisi mulia keberadaan organ tubuh sebagai karunia Tuhan yang jika diinginkan dapat dijadikan alat untuk saling berbagi setelah meyakini pertimbangan medis yang teruji atau pilihan hidup yang diikhlasi. Tanpa kompensasi dalam bentuk lembaran rupiah. Demi menghindari pergeseran nilai kemanusiaan dan menjunjung tinggi makna kehidupan tentang bersyukur serta kerja keras.

Jadi...Coba perhatikan lagi!


PABRIK PENJUAL ORGAN TUBUH MANUSIA

pabrik organ tubuh picture
Aneh tapi nyata, gila dan ngeri, sebuah pabrik di Rusia panen ginjal, kornea mata dan bagian-bagian tubuh manusia lainnya untuk dijual.
Tubuh dikumpulkan dari pengemudi yang mabuk tewas dalam kecelakaan mobil, orang-orang yang tinggal sendirian yang telah mati beku di musim dingin, penjahat di penjara atau tak dapat dijelaskan kematian dan tubuh yang tidak diklaim.



organ tubuh manusia
Beberapa bagian tubuh dan tulang dijual ke Perguruan tinggi di berbagai belahan dunia .. Tulang kaki diekspor ke apotik di Irlandia dan Jerman untuk membuat tambalan gigi yang populer di Eropa.

No comments: